REMAJA
MASA REMAJA
Masa remaja (adolescence) adalah masa perkembangan yang ditandai dengan masa transisi atau perpindahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masa remaja memulai perkembangannya saat menginjak usia 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usai 18 hingga 21 tahun. Dalam masa perkembangannya tentu banyak terjadi perubahan-perubahan baik padak fisik, kognitif, psikis dan kemampuan bersosial. Hal yang perlu diingat bahwa setiap rang memiliki masa remaja yang berbeda. Etnis, budaya, sejarah, gender, sosial-ekonomi, dan gaya hidup yang bervariasi sangat memiliki andil yang besar dalam mewarnai perkembangan remaja.
Perkembangan Fisik pada Masa Remaja
Pada awal masa remaja hal yang paling menonjol dan terlihat ialah perubahan pada fisik. Perubahan besar atas fisik remaja melibatkan masa pubertas dan perkembangan otak.
Puberty(pubertas) merupakanperubahan fisik pada remaja yang menunjukkan perubahan-perubahan pada berbagai aspek yang tergabung dalam kesetuan tubuh seorang remaja. Pada masa pubertas perubahan masa begitu pesat akibat tulang-tulang yang tumbuh secara pesat dan kematangan seksual ikut serta terjadi, dan biasanya terjadi pada remaja awal. Tidak hanya itu, perubahan hormonal juga terjadi pada masa ini. Perubahan hormonal menjadi bagian terppenting dalam masa pubertas. Konsentrasi dari beberapa hormon meningkat dengan sangat pesat selama masa pubertas. Testosterone, salah satu jenis hormon yag ada pada remaja laki-laki diikuti dengan perkembangan alat kelamin dan perubahan suara. Estradiol, salah satu jenis hormon yang berkembang pada remaja perempuan diikuti dengan perkembangan buah dada, rahim, dan tulang.
Ada hal yang menarik dalam perkembangan hormonal yang terjadi pada remaja. Tingkat konsentrasi hormon yang berkembang dengan perilaku remaja memiliki hubungan. Para psikolog perkembangan berpendapat dan meyakini bahwa perubahan hormonal memiliki pengaruh terhadap ketidakstabilan emosi pada remaja (Archibald, Graber & Brooks-Gunn, 2003, Graber, Brooks-Gunn, & Warren, 2006)
Otak juga mengalami perubahan pada masa remaja. Sebagaimana dikatakan bahwa anggota tubuh didalam individu seorang remaja banyak mengalami tahap pematangan dan perubahan. Saat memasuki masa remaja, individu sudah dapat menguasai hal-hal seperti kontrol pada motorik halus dan kasar, bahasa, reasoning, dan kemampuan berfikir abstrak.
Pada otak, terjadi perubahan awal pada Amigdala yang melibatkan emosi dan perkembangan lainnya pada korteks frontal yang merupakan bagian tertinggi dari otak yang menjadi wadah penalaran dan pengambilan keputusan. Perkembangan otak yang signifikan terjadi ini juga menjadi asumsi dan pendapat baru oleh para psikolog perkembangan bahwa hal ini dapat menjelaskan mengapa anak remaja cenderung memiliki emosi yang kuat akan tetapi belum memiliki kemampuan untuk mengontrol dengan baik. Perkembangan pada korteks prefrontal pada remaja cenderung lambat dan memerlukan waktu untuk menuju tahap yang lebih matang pada masa dewasa awal, dan hal ini yang menjadikan remaja memiliki kelemahan dalam kemampuan berfikir (kognitif) untuk mengendalikan diri secara efektif. Ketidakseimbangan perkembangan ini menjadi dasar remaja sering mengambil resiko dalam berperilaku dan menghadapi masalah lain pada remaja.
Tidak sampai disitu, ada beberapa fakta mengenai otak remaja (Chamberlain, n.d) :
1. Otak berkembang dari area paling belakang ke depan. Brain stem danmid brain merpakan area yang berkembang terlebih dahulu. Area ini yang mengatur fungsi tubuh mendasar seperti tekanan darah dan suhu tubuh. Berikutnya adalah area limbic system dan cerebral cortex. Lymbicmerupakan bagian yang mengatur emosi dan cerebral cortexmenjadi wadah untuk proses reasoning, logika, dan pengambilan keputusan.
2. Otak Emosi. Perkembangan yag terjadi pada Amygdala sangat berpengaruh pada pengontrolan emosi. Maka dari itulah, seorang remaja meraakan emosinya lebih sensitive dan selalu mengandalkan emosi sebagai senjata utamanya dalam mengahadapi masalah.
3. Otak remaja laki-laki vs Otak remaja perempuan
Laki-laki
|
perempuan
|
Lebih banyak white matter
(sel penghubung)
Berperan dalam mentransfer informasi keseluruh area otak dan meningkatkan kemampuan spasial.
|
Lebih banyak grey matter (inti sel)
Memiliki efisiensi yang baik dalam memproses informasi dan dalam kemampuan verbal
|
Amigdala dan hypothalamus
Kedua bagian ini menjadi wadah atas respon tubuh . menjelaskan minta laki-laki terhadap olahraga dan dorongan seksual yang besar
|
Hippocampus
Bagian ini membantu proses transfer informasi long-term memory, dam menjelaskan tentang kemampuan peempuan dalam keterampilan sosial.
|
Ritme perkembangan cenderung lebih lambat dibandingkan perempuan
|
Ritme perkembangan lebih cepat
|
4. Otak remaja membutuhkan lebih banyak istirahat. Perubahan kimiawi dan struktur otak pada remaja dibantu dengan hormon yang menstimulus seorang remaja untuk tidur pada waktu tertentu sehingga menyebabkan remaja terjaga sampai tengah malam dan kesulitan untuk bangun.
5. Perubahan pada otak seorang remaja menjadikan dirinya termotivasi untuk mencari berbagai pengalaman. Hal ini menedorong anggapan remaja bahwa kehidupannya semata-mata hanya untuk mencari kesenanga-kesenangan.
Perkembangan Kognitif pada Masa Remaja
Seiring dengan perubahan fisik yang terjadi, seorang remaja jga melewati perubahan kognitif yang signifikan. Salah satunya adalah perkembangan kemajua pemikiran formal operasional yang dikemukakan oleh Piaget.
Tahap Formal Operasional Piaget mengatakan bahwa remaja memasuki tahapan yang keempat dan paling terdepan dari perkembanga kognitif. Menurut Piaget tahap formal operasional ini terjadi pada usia 11 hingga 15 tahun. Seorang remaja memasuki tahap ini ditandai degan memiliki kemampuan untuk befikir yang abstrak, idealis dan logis. Kualitas pemikiran abstrak yang dimiliki seorag remaja beralih perlahan-lahan menjadi nyata.
Pada tahap ini juga remaja cenderung untuk memikirikan pemikirannya sendiri. Pertanyaan yang sangat seing dipertanyakan mereka ke diri mereka sendiri ialah “Siapakah saya?” “Mengapa saya ada?” dan pertayaan-pertayaan yang cenderung mempertanyakan eksistensi dirinya sendiri. Pertanyaan yang muncul ini menandakan bahwa dalam pemikiran seorang remaja mulai tergambar dengan nyata bahwa keberadaan dirinya mulai diperhitungkan. Pertanyaan ini juga menjadi modal untuk melanjutkan kepada perkembangan yang selanjutnya.
Untuk menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dalam diri, timbullah pemikiran-pemikiran yang abstrak dan idealis. Seorang remaja mulai mencoba berfikir lebih logis tentang masalah dan solusi yang memungkinkan. Hal ini disebut Piaget dengan istilah Penalaran Hipotesis Deduktif, yaitu merujuk pada kemampuan remaja dalam membangun hipotesis atau tebakan yang terbaik mengenai cara-cara untuk memecahkan masalh dan menyimpulkannya untuk menjadi sebuah solusi. Perlu diingat, bahwa tidak semua remaja terlibat dalam perkembangan pemikiran formal operasional, terutama pada kemampuan penalaran hipotesis deduktif (Kuhn & Franklin, 2006 : Wigfield, Byrnes, & Eccles, 2006). Beberapa remaja dan orang dewasa tetap statis dalam tahap konkret operasional .
Hal lain yang menjadi sorotan utama dalam perkemangan kognitif pada remaja ialah Egosentris. Egosentrisme pada remaja merupakan kepercayaan yang dimiliki seorang remaja bahwa orang lain memiliki keterlibatan yang sama dengan dirinya dan merasa bahwa dialah yang satu-saunya berbeda atau unik. Egosentris ini juga yang mengakibatkan seorang remaja memillki rasa bahwa oranglain selalu mempehatikan dirinya. Sisi negatif dari egosentris ini ialah timbulnya rasa kekebalan. Keyakinan yang timbul ini cenderung mendorong seorang remaja pada perilaku-perilaku yang tidak baik dan memiliki tingkat resiko yang tinggi. Seperti permasalahan yang terjadi di sosial saat ini seperti kebut-kebutan, percobaan bunuh diri, dan bahkan prostitusi dikalangan remaja.
Egosentrisme juga memiliki aspek positif yang tentu juga mendrong seorang remaja dalam keberanian. Keberanian dalam hal ini lebih kepada mengorbankan dirinya untuk kepentingan oranglain seperti menolong oranglain dlam kondisi yang juga membahayakan dirinya.
Perkembangan Sosial-Emosional pada Masa Remaja
Seperti yang telah dijabarkan pada perkembangan kognitif yang memiliki keterkaitan dengan perilaku seorang remaja, tentu hal ini juga tidak lepas dari perkembangan sosial-emosional yang terbentuk. Pemikiran yang abstrak dan idealis telah menjadi dasr seorang remaja untuk mencari identitas diri mereka. Aspek yang berkembang dalam sosial-emosional remaja mencakup beberapa hal, antaralain: hubungan dengan orangtua, interaksi dengan teman sebaya, serta niali etnis dan budaya yang ikut berperan dalam perkembangan identitas remaja.
Erickson membahas perkembangan ini dengan menggunakan istilah Identity versus Identity Confusion. Gagasan ini mencakup tentang pembentukan identitas selama masa remaja dan memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap cara pandang oranglain terhadap remaja. Awalnya, remaja dianggap hanya menjadi makhluk yang didominasi oleh perkembangan hormonnya saja, namun, kini remaja lebih dianggap sebagai individu yang sedang menentukan atau mencari jati diri sesungguhnya.
Dalam tahap perkembangan ini remaja mengahadapi tantangan untuk menemukan siapa mereka, apa peran mereka dan kemana mereka bisa mngapikasikan dri mereka. Bila seorang remaja tidak mencari identitas mereka dengan cukup maka mereka akan menemukan kebingungan serata hambatan tentang mengenali diri mereka.
Tidak hanya sebatas mas penemuan jati diri, masa remaja juga disebut sebagai masa pengangguhan menurut Erickson. Masa ini merupakan masa yang memilliki celah waktu antara perkembangan pemikiran masa kanak-kanak dengan kemandirian pada masa dewasa. Apabila seorang emaja mampu menggunakan masa penangguhannya dengan baik, dengan menggunakan alternatif-alternatif dan menemukan resolusi dari krisis identitas dan dapat menerima dirinya. Dan apabila hal sebaliknya terjadi maka, seorang remaja akan mengalami kebingungan yang disebut sebagai Identity Confusion. Kebingungan ini akan diekspresikan dengan dua cara: remaja dapat menarik diri dari lingkungannya atau ia akan meleburkan dirinya ditengah kebanyakan orang.
Tidak semua remaja mengalami kesiapan yang sama. Tidak sedikit mereka merasa takut akan semua keputusan yang mereka ambil dan mengalami kegagalan. Hal ini kembali kepada permasalahan mendasar bahwa seorang remaja masih belum menyadari bahwa ia sedang mengalami masa perkembangan pada kognitifnya.
Status Identitas merupakan konsep yang dibangun oleh James Marcia (1980,2002) berdasarkan gagasan Erickson untuk mejelaskan posisi seseorang dalam perkembangan identitas. Dalam konsep ini Marcia menggunakan dua dimensi pandangan identitas yang penting: Eksplorasi (Exploration) yang berarti pencarian karier dan nilai diri seseorang dan Komitmen (Commitment) yang berarti keputusan tentang identitas mana yang akan ia pilih.
Berbagai kombinasi aspek Penjelajahan dan Komitmen memuncullkan emppat status identitas:
1. Identity diffusion: seorang individu belum menemukan alternatif yang berarti dan belum menemukan komitmen yang tepat atau sering disebut dengan TIDAK JELAS
2. Identity foreclosure: seseorang sudah menentukan komitmen pada sebuah identitas sebelum mencari pilihan lain.
3. Identity moratorium: seseorang mencari jalur alternatif, tetapi bellum mebuat komitmen.
4. Identity achievement: seseorang telah mencari alternatif dan telah menemukan komitmen.
Identitas Etnis. Menumbuhkan identitas pada remaja akan menjadi sebuah tantangan terutama bagi individu yang berasal dari kelompok etnis minoritas (Phinney, 2003; Spencer, 2006). Seiring dengan bejalannya masa perkembangan, kematangan individu secara kognitif, banyak remaja semakin sadar akan penilaian atas kelompok etnis mereka dari sebagian besar budaya juga terjadi peningkatan remaja yang menghadapi bikulturalsme. Bikulturalisme artinya mengidentifikasikan diri mereka kepada kelompok etnis minoritas mereka atau pada mayaoritas budaya (Phinney et al, 2006). Baik remaja minoritas ataupun mayoritas, mengembangkan idenditas positif merupakan tema kehidupan yang penting.
Emosi Remaja
Emosi merupakan aspek penting yang ada pada seseorang. Pada remaja emosi merupakan suatu hal yang sangat menonjol. Emosi juga sanagat diandalkan dibeberapa kalangan remaja sebagai perisai mereka dalam menghadapi masalah. Ada tiga area dimana remaja memiliki masalah yang lebih besar dengan individu yang lebih muda dan juga dengan yang lebih tua, yaitu:
1. Parent – child Conflicts (Konflik orangtua dengan anak)
Konflik antara orangtua dan anak yang meningkat selama masa remaja awal dan tetap umum sampai mereka menurun pada masa remaja akhir.
2. Mood Changes (Perubahan Suasana Hati)
banyak penelitian sekarang menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan masa kanak-kanak dan dewasa, remaja mengalami lebih banyak pergeseran suasana hati dan suasana hati yang lebih positif dan negatif. dibandingkan dengan anak-anak dan orang dewasa, remaja juga jauh lebih mungkin untuk merasa sadar diri, malu, canggung, kesepian, susah, dan diabaikan.
3. Risky Behavior (Perilaku yang Berisiko)
Selama masa remaja, ada peningkatan tajam dalam jumlah perilaku yang membuat anak terancam bahaya. Ada peningkatan yang mencolok dalam minum untuk menjadi mabuk, penggunaan obat – obatan, mengemudi sembrono, hubungan seks tanpa kondom, agresi, dan perilaku nakal, yang tidak menurun sampai awal masa dewasa. tingkat bunuh diri juga meningkat secara dramatis selama masa remaja. tetapi masih jauh lebih rendah daripada di masa dewasa.
Beberapa aspek yang memiliki pengaruh yang besar dalam proses perkembangan dalam remaja, antara lain:
Orangtua dan Teman Sebaya merupakan pengaruh terbesar pada perkembangan remaja (Bukowaki,Brendgen & Vitaro, 2007; Grusec & Davidov,2007). Salah satu fokus perkembangan yang penting bagi remaja adalah kemampuan untuk membuat keputusan yang baik dan kompeten dengan cara yang mandiri (Collins & Steinberg,2006) agar remaja dapat menumbuhkan potensi yang perlu ada pada diri individu, dan peranan orang tua yang paling penting adalah dengan menjadi manajer yang efektif dan siap membantu dalam segala permasalahan yang dihadapi. Orangtua menjalankan peran sebagai manajer ini juga meliputi pengawasan,termasuk mengawasi pilihan remaja dalam lingkungan social, aktivitas dan persahabatan serta nilai nilai akademiknya. Tidak dipungkiri hal ini sangat membantu seorang remaja untuk menghindari kesalahan dan berhasil melewati segerombolan pilihan dan keputusan yang mereka hadapi (Parker & Buriel,2006).
Pada masa remaja, individu lebih merasa lebih dekat dan memiliki banyak waktu bersama teman sebayanya dibandingkan dengan ketika mereka masih anak anak. Pengaruh dari teman teman sebaya ini dapat berupa hal positif maupun negative ( Rubin, Bukowski, & Parker, 2006). Hal ini terjadi akibat adanya rasa sepenanggungan dan mengalami masalah-masalah yang sama antara seorang individu dengan teman sebayanya.
Kenakalan Remaja
Apa itu kenakalan remaja?
Kenakalan remaja mengacu kepada suatu rentang perilaku yang luas, mulai dari perilaku yang tidak dapat diterima oleh social (seperti bertindak berlebihan disekolah), pelanggaran (seperti melarikan diri dari rumah) hingga tindakan tindakan kriminial (seperti mencuri). Demi tujuan tujuan hokum, dibuat suatu perbedaan antara pelanggaran pelanggaran indeks (index offenses) dan pelanggaran pelanggaran status ( status offenses).
Indeks offenses adalah tindakan criminal, yang dilakukan baik oleh remaja maupun orang dewasa.Tindakan-tindakan itu meliputi perampokan, penyerangan dengan kekerasan, pemerkosaan, dan pembunuhan. Status offenses, seperti lari dari rumah, bolos dari sekolah, minuman minuman keras yang melanggar ketentuan ketentuan usia,pelacuran dan ketidak mampuan mengendalikan diri dan tindakan-tindakan yang tidak terlalu serius
Pengembalian Keputusan
Masa remaja ialah masa dimana pengambilan keputusan meningkat (Beth-Marom dkk,dalm siaran pers; Quaderel, Fischoff,& Davis, 1993). Pertanyaan yang tepat untuk seorang remaja, “Seberapa kompetenkah dalam mengambil keputusan?”Remaja yang lebih tua lebih kompeten daripada remaja yang lebih muda, sekaligus lebih kompeten daripada anak anak, remaja yang lebih mudah cendenrung menghasilkan pilihan pilihan, menguji situasi dari berbagai perspektif, mengantisipasi akibat dari keputusan-keputusan, dan mempertimbangkan hal-hal yang terkait dengan permasalahan (mann,harmoni, & power). Transisi dalam pengembalian muncul kira kira pada usia 11 sampai 12 tahun pada usia 15 sampai 16 tahun.
Remaja perlu punya lebih banyak peluang untuk mengaplikasikan dan mendiskusikan pengambilan keputusan yang realistis. Banyak keputusan keputusan realita terjadi di dalam kehidupan yang menegangkan, yang meliputi faktor faktor seperti hambatan waktu dan keterlibatan emosional. Terkadang pengambilan keputusan remaja mungkin disalahkan ketika dalam realitas, masalahnya meliputi orientasi masyarakat terhadap remaja dan kegagalannya untuk memberi remaja pilihan-pilihan yang pantas. (Keating,1990).
PSIKOLOGIS POSITIF DAN MASA REMAJA
Terlalu sering remaja mendapatkan stereotip sebagai abnormal dan penentang. Orang muda pada setiap generasi tampak radikal, mengerikan, dan berbeda oleh orang dewasa baik berbeda dalam penampilan dan perilaku, hingga perbedaan music yang mereka nikmati. Akan tetapi, masa remaja lebih tepatnya harus dilihat sebagai masa untuk melakukan evaluasi, saatnya mengambil keputusan, dan waktu untuk komitmen bagi orang muda dalam menetapkan tempatnya di dunia ( Hunter & Csikszentmihalyi,2003,Kroger,2007). Menetapkan kesalahan besar untuk keliru melihat antusiasisme remaja dalam mencoba identitas identitas baru dan menikmati perilaku di luar kebiasaan sebagai suatu tindakan permusuhan kepada orangtua dan masyarakat. Mencari identitas membutuhkan waktu dimana remaja belajar menerima daripada menolak, nilai- nilai dari orangtua dan masyarakat.
Seberapa kompeten remaja nantinya akan sangat bergantung kepada akses mereka terhadap kesempatan sesungguhnya untuk tumbuh, seperti pendidikan berkualitas, dukungan komunitas dan masyarakat untuk pencapaian dan keterlibatannya. Serta akses pekerjaanyang baik. Hal penting dalam perkembangan remaja adalah dukungan jangka panjang dari orang dewasa yang benar – benar peduli akan mereka (Benson,2007, Silbereisen & Lerner, 2007). Sebagai bukti bahwa sebagaon besar remaja berkembang.
Sangat bermanfaat! Lanjutkan๐
BalasHapuswow! terus bekarya
BalasHapusAhhh keren blognya chy ❤
BalasHapusMantul cyyyyy
BalasHapusnice post! ditunggu post-an lainnya
BalasHapusSangat bermanfatt ๐๐๐๐
BalasHapusBagus ya
BalasHapussangan bermanfaat๐๐ป๐๐ป
BalasHapusBagus sekali
BalasHapuskeren, menambah wawasan aya mensenai remaja
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu. Lanjut
BalasHapusSangat menambah wawasan sayaa GoodJob
BalasHapusnicee๐๐ป
BalasHapusGreatttttt!
BalasHapusgreat!! ditunggu postingan selanjutnya!
BalasHapusBaguuusss
BalasHapus